Skip to content
Joko Supriyanto

Foto & Catatan Joko Supriyanto

Apalah Arti Sebuah Nama

  • February 8, 2006

Tak kenal maka tak sayang, kalimat ini pasti sudah sering terdengar sama kita,biasanya kalimat tersebut terucap disaat awal perkenalan atau saat obrolan. Yah nama memang sangat berarti bagi kita,tidak bisa dibayangkan ande kita tidak punya nama orang lain manggel kita gmn caranya yah ? Sudah tentu orang tua saya dulu memberi nama saya pasti tidak sembarangan,saya yakin pasti mereka melalui peritungan2 ala jawa tentunya. Karena menurut neptu atau perhitungan jawa baik buruknya sebuah nama didasarkan pada urutan aksara jawa, dan sudah tentu selain itu masih banyak lagi bahan pertimbangan hanya untuk memberi sebuah nama pada diri saya waktu itu. Kali ini saya cuma mencoba mengartikan nama saya sendiri berdasarkan neptu/perhitungan ala jawa tsb.

Cara pertama kita harus tau urutan aksara jawa,berikut urutannya (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga). Setiap aksara memiliki nilai berbeda. Ha, da, pa, ma, masing-masing dinilai 1. Na, ta, dha, ga, nilainya 2. Ca, sa, ja, ba = 3. Ra, wa, ya, tha = 4. Ka, la, nya, nga = 5. Angka-angka ini akan dipakai untuk menghitung nilai total dari nama seseorang yang dijumlahkan dari nilai setiap penggalan suku kata. Contoh nama saya JOKO JO[ja=3]+KO[ka=5]=8.

Nilai total diatas selanjutnya diproyeksikan pada lima unsur yang menunjukkan “cocok tidaknya sebuah nama”, yang meliputi lima unsur, “Sri”, “Lungguh”, “Gedhong”, “Loro”, “Pati”. Cara menghitungnya dimulai dari satu (Sri), dua (Lungguh), tiga (Gedhong), empat (Loro), dan lima (Pati). Setiap habis kelipatan lima, hitungan kembali dimulai dari angka satu (Sri) sampai lima (Pati), begitu seterusnya. Misal, nilai nama JOKO = 8, dihitung mulai dari satu (Sri), dua (Lungguh), tiga (Gedhong), empat (Loro), lima (Pati), enam (Sri), tujuh (Lungguh), delapan (Gedhong).

Jadi, nama JOKO (dengan angka total 8), jatuh pada unsur “Gedhong“. “Artinya, insya Allah, kelak si pemilik nama itu akan bergelimangan harta dalam hidupnya,”.

Menurut perhitungan Jawa, unsur “Sri”, “Lungguh”, dan “Gedhong” dianggap mewakili unsur kecocokan nama. Tapi sebaliknya kalau jatuh pada unsur “Loro” dan “Pati”, nama itu dianggap tidak cocok bagi yang bersangkutan. “Sri” memiliki arti yang positif (bahagia, kemakmuran, keberuntungan, mulia, dan sukses segalanya). Juga “Lungguh” dan “Gedhong” mengandung arti yang positif, yakni baik dalam kedudukan (jabatan) dan ekonomi (harta), tapi biasanya masih ada kekurangan di sisi lain, seperti sakit, rumah tangga diselilingi cekcok atau kurang harmonis. Sebaliknya unsur “Loro” dan “Pati” punya konotasi negatif. Unsur “Loro” menggambarkan hidup tersendat-sendat, sakit-sakitan, kurang mujur, banyak sial, banyak menderita. Unsur “Pati” menyimpan makna umur yang pendek.

Wel ini hanya sebuah selingan karena saya tahu rejeki,nasib,jodoh dll semua diatur oleh Yang Maha Kuasa. Anda berani mencoba ? tidak ada salahnya untuk mencoba sapa tau setelah mencoba anda bisa lebih semangat untuk menjalani kehidupan ini.

share this recipe:
Facebook
Twitter
Pinterest
Previous Recipe
next recipe

Tak Perlu Kejam Komentar Di Internet

11 Agustus Setahun Yang Lalu

Catatan Perjalanan Batam Pekanbaru Dumai Batam

Selamat Datang 2014

Lebaran Pertama Dengan Status Ayah

Tragedi 21 Mei 2013

Install Mountain Lion Di Snow Leopard Menggunakan File DMG

Memotret Orang Hamil

Cara Daftar Akun Google Apps Gratis Standar Single User

Foto & Catatan Joko Supriyanto

All rights reserved