Penegasan Penghianat

Saya ndak ngerti mau ngomong apa lagi sama negeri antah berantah ini, makin hari makin ndak nggenah. Katanya dulu nanti saya akan buat negeri ini menjadi gini gini tak gini giniin bla bla ah ternyata sekarang cuma ini itu doang.

Dah bahkan disaat rakyat jelata menjerit dengan sisa sisa tenaga yang sudah habis untuk melawan kejamnya negeri antah berantah ini, siang dijadikannya malam, malam dijadikannya siang ehhh dengan seenak udele BBM kalian naikkan lagi.

Lebih heran lagi setelah membaca penegesan bapak yg tersohor yg super kul ituh bilang tahun ini ndak ada cerita naik naik lagi soal BBM, hayah ternyatah engkau telah menjilat air ludahmu sendiri

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. “Tidak ada opsi itu, karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.

Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. “Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain, supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY. (mit)

dikutip dr situs sby http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html

Coba perhatikan kutipan yang saya tebalkan dan saya garis bawahi diatas, memang menyenangkan jika saja kutipan di atas dibaca di akir th 2007 atau awal tahun 2008 sebelum semua itu terjadi, tapi kali ini saya malah mual jika saja melirik kutipan orang yg kul itu.

Ah sudahlah untung saja dia bukan pilihan saya saat pemilu waktu itu, lawong saya milih bubuk manis dikamar 🙂 ketimbang milih aktor2 yang akan berperan dalam sandiwara di negeri antah berantah ini.