Tak Perlu Kejam Komentar Di Internet

Jumat pagi di Minggu ke 3 bulan Oktober 2016. Seperti biasa rutinitas di pagi hari, sembari kenalan dinginnya suhu air sebelum mandi pagi, nongkrong di closed sambil mainan hp china yang tak seberapa itu. Saat jempol mulai naik turun untuk geser layar hp, seketika itu juga melihat masih ada beberapa kawan ngomenin orang di internet pake “kejam”.

kebencian-di-sosial-media

Ya, hawa panas linimasa sejak pilpres hingga saat ini masih berlangsung. Dan sekarang ditambah momen Pilkada DKI. Serius, ini bikin tak asik lagi mainan sosmed. Sebentar-bentar riuh, hujat sana hujat sini, kalau tak soal Jokowi ya Ahok. Untuk mengurangi keriuhannya, saya mulai melakukan unfollow, ya unfollow bukan unfriend.

Unfollow berbeda dengan Unfriend. Artinya, saya masih ingin berkawan dengan ‘dia’ tapi tidak dengan isi hatinya saat memainkan jari di sosmed/fb. Dan asiknya ‘dia’ tak akan tau kalau saya melakukan itu :). Siapapun itu. Apalagi jika sering sekali share artikel/berita dari situs yang memang web tersebut menganut e-Hate hanya demi pengunjung dan earning segera saya unfollow.

Hasil sejak razia unfollow, sudah cukup berkurang keriuhan di timeline saya. Tinggal keseruan dan kesaruan tentunya 🙂

Kawan. Internet ini merupakan teknologi yang seharusnya bisa memudahkan hidup bukan sebaliknya menambah masalah hidup apalagi untuk orang lain. Ya internet bisa memudahkan kita dalam hal komunikasi ataupun berekspresi. Bahkan internet juga bisa menjadi ladang penghasilan. Contoh ya seperti web-web yang ‘kamu’ share itu :).

Pernah suatu ketika, seorang kawan di sosmed share sebuah meme seorang pemotor sedang merokok dengan ditambahin caption “semoga yang merokok abunya masuk mata, terus ketabrak mobil, terus mati”. Di era saat ini begitu mudah dan fulgar mendoakan yang jelek. Begitu gampang bilang bodoh, goblok dll demi mengomentari hal yang semestinya masih bisa dikomentari dengan cara asik.

Sayangnya hal beginian banyak penikmatnya. Entah ini sebagai pertanda banyak orang “sakit’ di beranda yang menggunakan sosmed untuk berekspresi di balek topeng sosmednya.

Kawan, kita harus yakin bisa tanpa ‘kejam’ hanya untuk mengomentari hal yang seharusnya bisa dikomentari dengan sepenggal saran yang simpel tanpa membuat orang lain risih membacanya. Yakinlah, masih banyak yang memiliki perasaan di balik setiap akun yang kita jadikan kawan. Untuk itu berhati-hatilah berkomentar, sinkronkan dulu antara jempol dan perasaan.

Kembalikan hakikat internet untuk memudahkan hidup. Ciptakan kenyamanan saat menggunakan internet. Jangan sebaliknya menjadikan hal yang menakutkan bagi yang tidak siap/suka dicacimaki. Manfaatkan internet sebaik mungkin, sebelum pemerintah mengontrol internet bakalan kelar hidupmu. Masih banyak hal yang asik yang bisa didapat dari internet, camkan itu teman.