Air Mata Di Ranah Minang

Jerit Tangis Di Ranang Minang

Jerit Tangis Di Ranang Minang

Jerit tangis memekik di ranah minang, ahh jari inipun kaku skedar ingin berbagi keadaan teman teman saya yang lagi liburan liburan disana. Dua lirik lagu ebiet g ade untuk kita renungkan dan berita kepada kawan ini saya posting buat kalian sob. Semoga kalian baik baik saja sob.

Lirik Untuk Kita Renungkan oleh Ebiet G Ade
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista… oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum… oh
Berubahlah agar Dia tersenyum

Lirik Lagu Berita Kepada Kawan oleh Ebiet G Ade
Perjalanan Ini
Trasa Sangat Menyedihkan
Sayang Engkau Tak Duduk
Disampingku Kawan

Banyak Cerita
Yang Mestinya Kau Saksikan
Di Tanah Kering Bebatuan

Tubuhku Terguncang
Dihempas Batu Jalanan
Hati Tergetar Menatap
Kering Rerumputan

Perjalanan ini Pun
Seperti Jadi Saksi
Gembala Kecil
Menangis Sedih

Kawan Coba Dengar Apa Jawabnya
Ketika Di Kutanya Mengapa
Bapak Ibunya Tlah Lama Mati
Ditelan Bencana Tanah Ini

Sesampainya Di Laut
Kukabarkan Semuanya
Kepada Karang Kepada Ombak
Kepada Matahari

Tetapi Semua Diam
Tetapi Semua Bisu
Tinggal aku Sendiri
Terpaku Menatap Langit

Barangkali Di Sana
Ada Jawabnya
Mengapa Di Tanahku Terjadi Bencana

Mungkin Tuhan Mulai Bosan
Melihat Tingkah Kita
Yang Selalu Salah dan Bangga
Dengan Dosa-dosa
Atau Alam Mulai Enggan
Bersahabat Dengan Kita
Coba Kita Bertanya Pada
Rumput Yang Bergoyang